Polisi Sukses Meringkus Pemain Togel Online Dengan Omzet Milyaran Rupiah

https://viralqq.best/

Seorang perempuan berinisial AAY (45 tahun) asal Banda Aceh telah
ditangkap lantaran diduga menjadi salah satu agen judi togel online. Tersangkat
AAY akan dijerat dengan hukuman “Qanun
Jinayat”
berupa hukuman cambuk.

“Peranan AAY (45) adalah penerima taruhan atau pesanan dari pemain. Dia
menyetorkan pesanan itu pada MA (30). Dimana MA inilah yang menjadi bandar judi
togel onlinenya.”ungkap AKP. M. Ryan Citra Yudha, Kasat Reskrim Polresta Banda
Aceh.

Polisi sukses meringkus AAY sekaligus MA dan juga agen lain yaitu MZ (57
tahun) ketika berada di warung kopi. Tepatnya di depan Masjid Raya Banda Aceh,
Baiturrahman, Jumat lalu. Dari ketiga tersangka, didapatkan togel dijual secara
online melalui aplikasi khusus.

“Mereka sanggup memperoleh keuntungan sangat besar jika nomor angka
togel yang dibet (dipertaruhkan) menggunakan aplikasi online itu keluar atau
menang.”tuturnya.

Pada pihak kepolisian, 3 pelaku/tersangka bisnis judi togel online
tersebut sudah berjalan sejak 3 bulan lalu. MA mampu memperoleh profit
rata-rata Rp. 500.000 setiap hari.

Polisi juga telah menangkap ke-3 tersangka beserta barang bukti berupa
uang tunai senilai Rp. 950.000, 4 Gadget (HP) dengan beragam merk, dan juga 1
unit sepeda motor sebagai alat transportasi/bantu para pelaku. Polisi akan
menjerat 3 tersangka dengan Pasal 18 juncto
19 Qanun Aceh Nomor 6 2014 terkait Maisir.

KALIMANTAN BARAT

Aliong alias Johan sukses ditangkap oleh pihak Aparat Polda Kalbar
(Kalimantan Barat). Dia ditangkap sebagai tersangka bandar judi togel di Kab.
Mempawah. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Johan telah 1 tahun
menjalankan bisnis dunia judi togel online.

“Jenis permainan judi togel ini mempunyai omzet Rp. 600 juta – Rp. 800
juta setiap bulan.”ungkap Kombes Mahyudi selaku Reserse Kriminal Khusus Polda
Kalbar (Kalimantan Barat) dalam keterangan tertulis.

Johan telah ditangkap beberapa waktu lalu ketika sedang merekap data
judi togel melalui ponsel miliknya. Pihak aparat kepolisian juga menemukan
sejumlah bukti berupa pesan masuk dalam HP tersangka. Dimana isinya adalah
keinginan masyarakat untuk bermain judi togel online.

“Tersangka Johan alias Aliong akan dijerat dengan Pasal 45 (2) juncto 27
(2) UU Nomor 19/2016 terkait Perubahan atas UU nomor 11/ tahun 2008 ITE
dan/atau KUHP Pasal 303.”ungkap Kombes Mahyudi.

Dari penangkapan tersangka, pihak kepolisian telah menyita barang bukti
berupa Rp. 139.124.000, 1 buah Smartphone, 2 HP dan juga beberapa dokumen yang
berisi dengan rekapan judi togel online.

Keesokannya, Direktorat Reserse Kriminal Polda Kalbar kembali sukses
meringkus salah satu bandar judi online, Hasen alias Lekesen Bola di daerah
Singkawang.

“Tersangkat telah melakukan jenis judi bola dan togel. Usai kami masuk
ke dalam rumah tersangka, ketika itu dia (tersangka) tengah merekap angka-angka
togel. Dan di dalam HP tersangka, masih terdapat aktivitas pemasangan taruhan
melalui SMS dari pemain menuju ke nomor tersangka.”ungkap Kombes Mahyudi.

“Dan di dalam HP tersangka ketika kami amankan, masih terhubung dengan
salah satu situs judi online dengan alamat URL tertentu.”imbuhnya.

Kombes Mahyudi mengatakan jika modus yang dipakai oleh tersangka dalam
proses penyedia judi online adalah dengan menghubungi tersangka untuk proses
pembuatan account (ID) di dalam situs judi online. Setelah sukses account
dibuat oleh pelanggan, maka tersangka akan meminta pihak pelanggan mengirimkan
uang deposit. Uang inilah yang dipergunakan untuk bermain judi online.

“Cara proses pembayaran pelanggan pada tersangka dalam proses deposit
yaitu transfer maupun tunai. Tersangka sudah menjalankan perjudian online ini
selama 10 tahun di kawasan Singkawang. Rata-rata tersangka memperoleh omzet 500
juta – 600 juta Rupiah.”ungkap Mahyudi.

Polisi juga telah menyita 1 buah HP, Laptop, uang tunia sebesar 18,5
juta Rupiah, dan juga saldo virtual dalam website senilai 173 juta Rupiah dari
tangan tersangka.

“Tersangka dikenal begitu licin dan memiliki jaringan sangat kuat di
sekitar 4 wilayah di Kalbar. Diantaranya Pontianak, Sambas, Melawi dan
Singkawang. Di Singkawan ada sekitar 20 agen, kemudian Sambas 12 agen, Melawi
10 agen dan juga Pontianak 12 agen. Omzetnya bisa mencapai Rp. 1 M – 2 M. Namun
setelah dikembangkan lagi, omzetnya bisa mencapai Rp. 3 Milyar.”ujarnya.

Tinggalkan Balasan